Februari 21, 2024

PUSKESMAS CILEDUG OPTIMALKAN PRB BPJS KESEHATAN DAN PROLANIS MUDAHKAN AKSES BEROBAT

By DinamikaOnline Jan 13, 2023

PUSKESMAS CILEDUG OPTIMALKAN PRB BPJS KESEHATAN DAN PROLANIS MUDAHKAN AKSES BEROBAT

Dukung program BPJS Kesehatan dalam upaya memudahkan akses untuk mendapatkan pengobatan bagi masyarakat, saat ini Puskesmas Ciledug lagi menggalakan Program Peserta Rujuk Balik (PRB) dari BPJS Kesehatan serta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS).

Peserta Rujuk Balik (PRB) yang tadinya datang ke puskesmas setelah diperiksa dan didiagnosis apabila ada indikasi yang mengharuskan ditangani di RS akan kita rujuk ke RS untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan,follow up dan lain sebagainya. Apabila nantinya hasil pemeriksaan menunjukkan lumayan stabil, pasien tidak perlu kontrol ke RS setiap bulannya,cukup datang ke puskesmas mengambil obat kualitas sudah standar RS yang diakomodir oleh Apotik yang sudah ditunjuk oleh pihak BPJS,yaitu Kimia Farma setiap hari Kamis dan setelah 3 bulan berikutnya baru datang ke RS untuk kontrol selanjutnya. Hal itu djelaskan Kepala Puskesmas dr Ida Susanti kepada wartawan Kamis 12/1/2023.

Lanjut,Ida mengatakan bahwa Puskesmas Ciledug juga sedang gencar menggalakan program pasien yang PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis). “sekarang ini penyakit tidak hanya infeksi,demam atau batuk pilek terus,justru sudah bergeser kepada penyakit tidak menular (PTM) seperti gula dan darah tinggi,penyakit ini tidak sembuh dalam waktu cepat, bisa seumur hidup disamping biaya besar”. Sekarang kami di puskesmas lebih menitikberatkan kepada pencegahan PTM tersebut dengan mendekatkan screening di posyandu,disamping untuk program balita juga untuk pemeriksaan dan mendeteksi dini pasien dengan PTM tadi dengan melibatkan kerjasama lintas sektor lewat himbauan melalui Posyandu dan para kader serta sinergitas dari Camat dan Lurah setempat.

Dalam upaya deteksi dini terkait PTM dia juga menjelaskan “untuk menjalankan program ini tidaklah mudah,kalau hanya mengandalkan pihak puskesmas saja,jadi harus melibatkan unsur terkait dalam mensosialisasikan PROLANIS. Beliau berharap dengan PROLANIS pasien pasien denga PTM dapat di deteksi lebih dini untuk di kawal

(wennie)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *