PENDIDIKAN

Bertema “Dutas Berbagi” SMPN 02 Cireundeu Tangsel Adakan Kegiatan Shalat Dhuha dan Santunan Anak Yatim

Dinamikaonline.Com – Cireundeu-Tangsel
Waktu menunjukkan pukul jam 07.00 WIB pagi hari, di Jumat yang berkah dan penuh dengan doa untuk pengharapan dan merupakan dimana jumat ini menjadi hari yang lebih sempurna dan spesial dari hari-hari biasanya. Walaupun dihari yang lainnya itu juga bagus tapi lebih  baik dan bagus lagi di hari jumat, begitu fatwa kata para ulama dan nara sumber lain mengatakannya. Pelaksanaan acara kegiatan penyantunan yatim piatu dan sholat dhuha bersama guru-guru dan siswa/i SMPN 02 Cireundeu terutama bagi yang beragama islam, seperti biasa program rutinitas ini dijalankan pada minggu ketiganya. Nah dimomen inilah sekaligus kegiatan acara disatukan, berhubung dua moment bulan agustus masih berhubungan dengan PHBI (1 Muharram 1444H) dan PHBN (HUT RI Ke-77). Lokasi acara bertempat di gedung sekolah pelataran SMPN 02 Cireundeu Tangsel, Jl. Cireundeu Raya No.2, Cireundeu, Kec. Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten, kode pos 15419. Pada hari jumat (26/08/2022).

Nampak tamu undangan yang hadir diantaranya Kep.Sek Aa Suprayogi MM.Pd. Komite Sekolah, Ketua Usaha, Para Dewan Guru beserta staff pengajar lainnya, dan Ustadzah Terkenal di salah satu stasiun televisi swasta nasional juga internasional dan memiliki chanell youtubenya: Dr. Ustadzah Sri Tuti Rahmawati SUD. MA.

Saat awak media Dinamikaonline.com memintai keterangan ke Aa. Suprayogi MM.Pd selaku Kepala Sekolah SMPN 02 Cirendeu perihal kegiatan tersebut beliau menjelaskan, “sebenarnya acara ini kita adakan bertujuan untuk berbagi dan memiliki kebersamaan terhadap yang kurang mampu, juga menjadikan siswa/siswi di sekolah ini menjadi pribadi yang religius artinya memiliki nilai pekerti berbudi luhur, berakhlak mulia dan ketakwaan dan cintanya kepada sang khalik/penciptanya juga rasulnya, serta mencetak pelopor generasi penerus anak bangsa yang kreatif, cerdas dan modern, disaat era yang serba dinamis dan praktis menyongsong era digitalisasi dan globalisasi sekarang ini”, terangnya.

Harapan dan pesan ke anak-amak siswa/i saya, “supaya mereka semua dapat menyerap dan mengaplikasikan kegiatan ini baik di rumah maupun di sekolah sehari-harinya untuk keinginan kebersamaan misalkan belajar berbagi, tenggang rasa untuk antar sesama dan menjadi anak-anak yang soleh dan sholehah. Sesuai dengan harapan pemerintah adalah kita berharap siswa/i di sekolah ini menjadi pelajar pancasila, otomatis akan menjadi pelajar yang bertakwa dan cinta kepada tanah airnya. Karena mutu pendidikan akan terbentuk bila pelajar itu baik dalam akhlaknya serta tingkah lakunya. Nantinya di masa depan mereka dapat mengembangkan dirinya sendiri dalam ilmu pengetahuaanya dan juga berguna bagi nusa dan bangsa. Dan SMPN 02 Cireundeu dapat birsinergi dan bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya di tangsel dalam hal mutu pendidikan. Harapan besar saya semoga, mutu dan kualitas SMPN 02 Cireundeu dapat terbentuk adiwiyata di sekabupaten, dan dapat diunggulkan dalam hal prestasi baik akademik maupun non akademik, “ujarnya.

Ditempat bersamaan Sri Musliah S.Pd. M.Pd selaku Wakil Bidang Kesiswaan juga menjelaskan, “Alhamdulillah di kegiatan ini kita adakan, bertepatan dengan agustusan dan juga penyantunan anak yatim menjadi 1 kemasan dengan dua acara ditangsel, dengan tema “Dutas Berbagi” untuk mengajarkan anak-anak belajar berbagi. Kebetulan siswa/i di sekolah SMPN 02 Cireundeu berjumlah 1.489, dari data yang ada sebanyak 91 siswa yang akan kita santuni saat ini.

Mengingat tahun lalu masih adanya pandemic covid 19, akhirnya kegiatan tersebut baru terlaksana pada tahun ini. Kebetulan dana yang kita kumpulkan terkumpul dari dana swadaya. Jadi kami ada dana infaq setiap jumatnya untuk siswa/i kita, dan itu sudah berjalan dari tahun 2015 antara guru dan siswa ysng bersedekah, setelah ada pandemic tertunda selama 3 tahun. Spontan sebelum 2 bulan acara kita buat anak-anak juga sangat antusias ingin mengadakan acara ini. Jadi pelaksanaan kegiatan ini kita adakan berbarengan dengan 1 Muharram 144H dan HUT RI KE-77 di bulan agustus. Insha allah kedepannya kita ingin rutinitas kegiatan keagamaan maupun nasionalis ini terus berjalan kita laksanakan di tahun kedepannya, “tegas Sri Musliah S.Pd, M.Pd

Diakhir acara penutupan Ustadzah Dr. Sri Tuti Rahmawati SUD, M.A beliau menuturkan kepada semuanya, “Pertama-tama saya ingin mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, kepada guru-guru khususnya juga kepala sekolah SMPN 02 Cireundeu Aa Suprayogi MM.Pd, atas terlaksananya acara ini, karena di sekolah ini ada program dhuha di hari jumat sebelum masuk sekolah siswa/i diwajibkan untuk melaksanakan sholat dhuha dan sunah-sunahnya terlebih dahulu. Karena sholat dhuha itu barokah dan hikmah sehingga akan diberikan kemudahan dan dilancarkan segala urusannya di dunia maupun akherat dan doanya dikabulkan oleh Allah SWT. Jadi bermanfaat untuk individu itu sendiri juga kepada guru-guru pangajarnya di mudahkan segala urusannya. Karena kebiasaan yang baik itu dimulai dari sekarang, jika sudah dewasa nanti kelak kebiasaan ini akan terus terbawa sampai tua. Disaat usia remaja khususnya dari SMP sampai ke jenjang dewasa perlu mendapat perhatian dan bimbingan ekstra, terutama mentality nya untuk pendekatan psikologinya mereka masih pencarian jati diri. Dimana ada masa-masa penolakan, pembangkangan dan melawan di fase transisi ini. Jadi semua itu terbentuk dari faktor lingkungan dan cara menyikapinya di jaman ini dengan menanamkan pendekatan keimanan, jika iman yang kuat dia akan memfilternya sendiri, baik godaan itu datang dari segala macam cara sehingga orang tua tidak sepenuhnya 24 jam dapat mengontrol jadi bukan tanggung jawab di sekolah juga, artinya mereka sudah dapat memproteksinya dengan keimanan dan ketakwaannya di luar sana, “tuturnya.

Pesan dan harapannya semoga anak-anak dapat berperilaku agamis, bertakwa dan beriman. Jangan menjadikan panutan figur yang salah dalam pembinaan kepada anak-anak usia remaja kita, apalagi dijaman yang serba modern dan canggih. Kita sebagai orang tua meninggalkan anak-anaknya jangan dalam kondisi lemah (lemah iman, lemah ilmu pengetahuan, lemah lingkungan dan lemah ekonomi) karena bagus dirumah belum tentu bagus di lingkungannya, Dan bekal penggemblengan dari ceramah ini semoga mereka jadi berubah dan berperilaku lebih baik lagi, untuk yang masuk di sekolah yang tadinya tidak baik jadi baik juga bermanfaat untuk semuanya dan masyarakat umumnya, “pungkas Ustadzah Dr. Sri Tuti Rahmawati SUD, M.A (Red/Gito Rahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button