KesehatanPEMBANGUNANPENDIDIKANSOSIAL

Persiapan PTM, SMA Negeri 1 Tangsel Lakukan Vaksin Tahap 2 dan Simulasi Sekolah

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kota Tangerang Selatan, lakukan vaksin tahap dua (2 ) dan simulasi masuk sekolah dalam persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang akan dilaksanakan Pada tanggal 6 september 2021 serentak di berbagai sekolah.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tangsel Ade Gunawan mengatakan vaksin merupakan syarat bagi seluruh siswa untuk kegiatan PTM yang akan segera dilaksanakan di berbagai sekolah di Provinsi Banten.

“Yah kita melakukan kegiatan vaksin pada hari ini yang merupakan percepatan vaksin, vaksin tahap 2 ini merupakan persiapan pelaksanaan PTM, ini salah satu syaratnya yaitu melalui vaksin,” ujarnya di gedung SMA Negeri 1 Tangsel, jalan Raya Pendidikan Ciputat.
Dia menambahkan vaksin perlu dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran covid-19 di kalangan siswa juga keluarga dilingkungan sekolah.
“Vaksin Kita perlu untuk antisipasi jika terjadi sesuatu, kedepan kegiatan ptm kita fokuskan pada prokes yang ketat, prokes ini kita lakukan dari awal masuk sekolah sampai pulang sekolah, juga diawasi satgas covid,” ungkapnya.

 

 

 

 

 

Sementara kegiatan PTM di sekolah, SMA Negeri 1 Tangsel berencana akan melakukan PTM satu minggu setelah siswa usai melakukan vaksin tahap 2.

“PTM di sekolah ini akan digelar pada tanggal 13 September, InsyaAllah kita tanggal 13, waktunya sangat terbatas, antiipasi anak berkerumun kita awasi, istrihat kita tiadakan yaitu jam 8.00 Wib sampai jam 12.00 Wib siang, Kenapa berbeda dengan sekolah lain?, yang melakukan PTM pada tanggal 6 September besok, kondisi para siswa di SMA Negeri 1 Tangsel ini kan baru selesai melakukan vaksin tahap 2 hari ini, jadi kami menunggu pemulihan imun siswa terlebih dahulu,” paparnya.

Lanjutnya pihak sekolah juga akan melakukan kordinasi dengan para orang tua murid dalam pengaturan penjadwalan pelaksanaan PTM.

“Kami akan selalu berkordinasi dengan para orng tua, untuk tracking, siswa nanti kita akan bagi kluster kluster, misalnya kelas 12 hari senin, kita bagi 25 persen, dan para orarg tua itu kita libatkan dalam proses, yaitu dari mulai berangkat sekolah sampai pulang, selanjutnya orang tua akan kita kordinasikan dengan jadwal yang ada, jadi terlibat langsung,” paparnya.

PTM dilakukan bukan hanya mengejar target kompetinsi dasar dan kompetisi kelulusan namun juga pembentukan karakter siswa.

“PTM di SMAN 1 ini sebagai salah satu bentuk untuk kejar target karakter, jadi bukan hanya mngejar KI dan KD nya tapi untuk pembentukan karakter dan lain lain, baik kedisplinan, tanggung jawab estetika berpakaian, dan lainnya,” terangnya.

Dalam mengatasi berbagai kendala pelaksanaan PTM, sekolah juga sudah melakukan kajian dan pendataan yang berkordimasi langsung dengan orang tua murid,

“Kita sdh data, beberapa orang tua siswa yang agak kuatir jika terjadi ptm. Kendalanya kita tidak bisa mengawasi penuh, misalnya saat berangkat dari rumah.
Nanti untuk masuknya seperti apa masih dirumuskan, opsinya seminggu bisa 3 kali, bisa sehari masuk sehari libur, ada juga opsi masuk full. Masih kita kaji supaya tidak terjadi adanya kasus kluster yang baru,” pungkasnya. /H3n. copyright TERASBANTEN.ID, TANGSEL,-

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button