PENDIDIKAN

MENGANTISIPASI OKNUM ” PENGGANGGU” KEPALA SEKOLAH DALAM PPDB.

Tangsel, DINAMIKA Online Com.
Setiap PPDB berlangsung di SMPN dan SMAN Tangerang Selatan, ada prilaku tidak baik dari hampir seluruh Kepala Sekolah. Hampir semua Kepala Sekolah menggunakan ilmu “menghilang” alias tidak berani masuk ke sekolahnya. Hal ini terjadi karena Kepala Sekolah tidak mau pusing menghadapi para oknum dari berbagai lembaga, baik dari lembaga Dinas Pemerintah, maupun dari lembaga independen.

Oknum-oknum itu sangat memusingkan para Kepala Sekolah, karena hampir semua oknum itu memaksakan kehendaknya meminta agar titipan calon siswanya di terima menjadi siswa di sekolah yang mereka maksud. Calon siswa yang di titipkan biasanya siswa yang tidak lolos dari hasil penyaringan atau seleksi dalam pendaftaran online. Kasus ini selalu terjadi di setiap tahun ajaran baru. Kalau sudah demikian bagaimana Kepala Sekolah tidak pusing mendapat tekanan psikologi seperti itu. Belum lagi menghadapi oknum calo PPDB yang memaksakan minta nitip lebih dari satu calon siswa.

Persoalan titip menitip calon siswa ini cukup dilema bagi Kepala Sekolah, bila satu oknum titippannya di terima, maka oknum yang lain tidak mau tau, calon siswa pegangannya harus di terima. Yang sangat sulit bagi Kepsek bila menghadapi oknum wartawan yang menjadi calonya, bila saja Kepsek berani tidak menerima titipannya, sang oknum wartawan akan meledakan temuannya mengenai titipan oknum lain yang di terima oleh Kepsek yang bersangkutan. Dilema inilah yang membuat para Kepala Sekolah terpaksa menggunakan ilmu halimunan alias illmu menghilang selama PPDB berlangsung.

Sebenarnya Kepsek tidak perlu menghindar, sebaiknya Kepsek tetap berada di kantor dan hadapi para calo itu dengan sejumlah kebijakan yang adil, bila memang terpaksa harus di terima titipan itu, cukup satu orang calo satu calon siswa saja. Bila sang oknum memaksa toh ada penegak hukum. Laporkan saja ke pihak berwajib dengan tuduhan mengintimidasi dan pemaksaan kehendak. Semoga para oknum sadar janganlah terlalu senang melihat dunia pendidikan menjadi tidak berkualitas.

( Penulis : ANDI BONDAN Pemimpin Redaksi DINAMIKA ONLINE COM. )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button